Tanjungbalai – Sumut, Media SHI News//
Kanker serviks bisa dicegah, asal kita mau peduli dan memeriksakan diri sejak dini.” Kalimat penuh makna ini disampaikan Ny. dr. Desi Fadly Abdina, M.Ked, Sp.PK, Staf Ahli TP PKK Kota Tanjungbalai Sumatera Utara, dalam acara Dialog Interaktif Deteksi Dini Kanker Serviks dengan IVA Test yang di RRI SP Tanjungbalai, Jumat (1/08/ 2025).
Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan bersahabat, dr. Desi mengajak perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri, terutama dalam mencegah kanker serviks—penyakit mematikan yang kerap menyerang tanpa gejala. Salah satu langkah penting adalah dengan melakukan IVA test secara rutin.
Hal tersebut disampaikan Plt Kadis Kominfo Pemkot Tanjungbalai Heri Antoni kepada awak media diruang kerjanya
“Pemeriksaan IVA itu cepat, tidak sakit, dan bisa dilakukan di puskesmas secara gratis. Jangan tunggu gejala datang, deteksi dini itu kunci utama,” jelas dr. Desi kepada pendengar RRI dan masyarakat yang mengikuti secara langsung.
Dialog berlangsung hangat dan interaktif. Berbagai pertanyaan datang dari pendengar melalui sambungan telepon dan pesan singkat, mulai dari prosedur pemeriksaan, usia ideal untuk melakukan IVA test, hingga kekhawatiran soal mitos-mitos kesehatan wanita.
“Jangan malu atau takut. Justru perempuan yang berani memeriksakan diri adalah perempuan yang cerdas dan peduli. Lebih baik mencegah daripada menyesal,” tegasnya.
Heri mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen PKK Kota Tanjungbalai dalam mengedukasi masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar lebih sadar akan pentingnya pencegahan kanker serviks sejak dini. dr. Desi juga menegaskan bahwa layanan IVA test tersedia secara gratis di fasilitas kesehatan pemerintah.
Banyak pendengar yang merasa tersentuh dan terdorong untuk segera memeriksakan diri. Harapannya, siaran edukatif seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin dan menjangkau masyarakat lebih luas.
“Perempuan sehat adalah fondasi keluarga yang kuat. Mari jaga diri kita, mulai dari langkah kecil seperti IVA test,” tutup dr. Desi di akhir dialog tersebut. ungkap Heri (Yus)









